Pada zaman dahulu, hiduplah seorang Raja yang memerintah di suatu negeri yang aman dan makmur. Dalam kemewahannya, Raja ini tidak gembira dan merasa tidak puas dengan kehidupannya. Suatu hari, ketika sedang berjalan-jalan di taman istana, Raja melihat seorang tukang kebun yang menyanyi dengan gembira sambil mengerjakan tugasnya. Raja keheranan, bagaimana mungkin seorang Raja merasa tidak bahagia dan gembira, sedangkan seorang tukang kebun begitu gembira dengan kehidupannya yang biasa-biasa saja.
Raja menghampirinya dan bertanya, "Kenapa kamu begitu bahagia?" Tukang kebun itu menjawab, "Rajaku..saya bukanlah siapa-siapa, hanya seorang pelayan di istana ini. Saya dan keluarga tidak banyak kebutuhan, cukup tempat tinggal sederhana dan makanan untuk mengenyangkan perut kami.
Sang Raja tidak puas dengan jawaban tukan kebun tersebut , lalu mencari jawaban dari penasihat kerajaan. Setelah mendengar cerita dari Raja, sang penasihat kerajaan berkata, "Tuanku, saya percaya tukang kebun itu belum termasuk anggota KLUB 99."
"Klub 99? Klub apa itu?" Raja bertanya. Penasihat menjawab, "Untuk benar-benar mengetahui apa itu klub 99, mari kita siapkan 99 koin emas dalam sebuah kantong dan letakkan di depan pintu rumah tukang kebun". Raja tampak penasaran dan setuju dengan usul penasihatnya. Raja segera menyuruh seseorang untuk melakukan seperti usul penasihat.
Ketika tukang kebun pulang dan melihat kantong di depan pintu rumahnya, dia mengambilnya lalu masuk ke dalam rumah. Saat dibuka, dia begitu gembira melihat banyaknya koin emas. Seumur hidupnya, dia tidak pernah melihat koin emas sebanyak itu. Lalu ia mulai menghitung jumlah koin emas di kantong itu. 99 koin...kemana 1 koin emas lagi? Serasa tidak percaya, dia menghitung ulang koin emas itu dan hasilnya tetap 99 koin.
Sambil bergumam, "Tidak mungkin orang membawa jumlah koin yang ganjil seperti ini. Jumlahnya pasti 100 koin emas. Kemana satu koin emas lagi?", tukang kebun keluar mencari koin emas yang mungkin tercecer di jalanan. Setelah mencari kesana kemari dan tidak menemukan koin emas yang ke-100, tukang kebun memutuskan untuk bekerja lebih keras lagi supaya mampu membeli sebuah koin emas untuk melengkapi koleksi koin emasnya.
Mulai hari itu, hidup tukang kebun mulai berubah. Dia bekerja sampai larut malam, terus-terusan memikirkan 1 koin emas lagi, hingga menyalahkan keluarganya yang dianggapnya tidak membantu usahanya untuk mendapatkan 1 koin emas lagi. Tidak ada nyanyian gembira lagi saat dia bekerja di istana Raja.
Melihat perubahan yang begitu drastis pada tukang kebun, Raja tampak keheranan, namun penasihatnya berkata, "Tuanku, sekarang tukang kebun sudah termasuk anggota klub 99". Penasihat lalu menjelaskan, "Anggota klub 99 adalah orang-orang yang hidupnya berkecukupan namun tidak pernah merasa puas, karena mereka selalu berusaha mencari 1 koin emas lagi.
Moral cerita:
Kita bisa hidup dengan bahagia walaupun dengan penghasilan pas-pasan. Namun ketika kita mulai merasa tidak puas dan lupa bersyukur, lalu kita menginginkan sesuatu yang lebih lagi dan lebih lagi. Saat itulah mungkin kita kehilangan tidur nyenyak, kehilangan waktu berharga dengan keluarga dan kehilangan hati yang gembira. Kita harus belajar menyeimbangkan antara kebutuhan dan keinginan dalam hidup kita untuk menikmati kehidupan bahagia yang telah Tuhan berikan untuk kita nikmati
Salam inspirasi.
Sumber: www.moralstories.org
Salam inspirasi.
Sumber: www.moralstories.org
Advertisement
EmoticonEmoticon