Pada zaman dahulu di Negeri China, ada seorang Wanita separuh baya pergi ke tepi sungai untuk mencuci baju. Ia meletakkan sepatu bot baru suaminya yang berlumpur di belakangnya. Ia berpikir akan mencuci sepatu bot itu setelah ia selesai mencuci baju. Ketika ia sedang sibuk mencuci, lewat seorang muda yang sedang menunggang kuda. Karena wanita itu sibuk mencuci baju yang sangat banyak, ia tidak sempat mengawasi sepatu bot suaminya. Lagi pula, biasanya tidak ada pencuri di daerah itu dan ia belum pernah kecurian. Namun hari itu berbeda, diam-diam si pemuda mencuri sepatu bot baru itu, lalu menggantinya dengan sepatu botnya yang sudah tua.
Ketika wanita itu selesai mencuci baju dan berbalik untuk mengambil sepatu bot suaminya, betapa terkejutnya ia melihat sepatu itu sudah berubah mcnjadi sepatu tua yang usang dan jelek. Ia berusaha mengcjar pencuri sepatu bot suaminya, tetapi orang itu sudah jauh mengendarai kudanya. Apa boleh buat, dia cuma bisa menghcla napas panjang. Lalu diambilnya sepatu tua itu, dan pergi mengadu kc pemerintah kabupaten agar dibantu mencari si pencuri. Ia memohon agar pemerintah bisa menangkap pencuri itu. Jika tidak, akan lebih banyak pencuri yang masuk ke desa mereka yang tenteram itu.
Setelah Bupati mendengar perkara ini dengan saksama dan berusaha mencari akal, ia pun mendapat ide yang cerdik. Segera diperintahkannya seluruh wanita separuh baya di daerah kabupatennya untuk berkumpul di lapangan. Setelah semua wanita di kabupaten itu berkumpul di lapangan, Sang Bupati berkata dengan suara berat disertai mimik duka, “Ada seorang pemuda yang mengendarai kuda. Di tengah jalan dia dihadang perampok, dan dibunuh. Ini adalah sepatu botnya. Coba kalian perhatikan sepatu bot itu baik-baik, apakah ada di antara kalian yang merupakan sanak saudara dari pemuda itu?” Seluruh wanita separuh baya di sana bergantian mengamatti sepatu bot itu. Tiba-tiba seorang wanita separuh baya yang langsung menangis meraung-raung. “Ini sepatu bot anak saya. Dia pergi mengendarai kuda untuk menemui ayah mertuanya. Dia ingin menolong ayah mertuanya yang sedang membutuhkan tenaganya. Kenapa justru dirampok di tengah jalan?”
Seketika itu juga Sang Bupati memerintahkan tentaranya, “Cepat pergi ke rumah ibu ini, tangkap anak laki-lakinya!”
MUTIARA HIKMAT:
Pemuda yang mengendarai kuda itu mencuri sepatu bot dan menggantinya dengan sepatu bot tuanya. Dia tidak menyangka sepatu itu justru menjadi bukti untuk menangkapnya.
Untuk mencari seseorang yang tepat, cobalah juga mencari tahu melalui orang-orang di sekitarnya. Acap kali ada informasi yang sungguh tepat dan sangat dibutuhkan.
Advertisement
EmoticonEmoticon