Pada tahun 299 SM, zaman kerajaan-kerajaan berperang di Negeri China, Kerajaan Zhao berencana menyerang Kerajaan Yan. Kerajaan Yan menyadari bahwa mereka bukanlah tandingan Kerajaan Zhao. Karena itu Raja Kerajaan Yan mengutus Su Dai, negosiator cerdik, pergi ke Kerajaan Zhao untuk mengusahakan pembatalan perang. Walau cerdik, Su Dai megetahui bahwa membatalkan niat Raja Zhao untuk memerangi dan menguasai Kerajaan Yan bukanlah masalah mudah. Karena itu ia terus memikirkan cara terbaik untuk bernegosiasi dengan Raja Zhao.
Ketika Su Dai tiba d1 Kerajaan Zhao dan bertemu Raja Zhao Hui Wen, dia segcra berkata kepada Raja Zhao, “Di tengah jalan saya mclihat sebuah peristiwa yang ganjil.”
Raja Zhao merasa aneh Su Dai tidak segera membicarakan masalah perang. Tetapi karena Su Dai menyampaikan dengan cara yang baik dan mimik muka yang menarik, maka dengan penuh ketertarikan Raja Zhao bertanya, “Peristiwa apakah itu sehingga mcmbuatmu tertarik? Cepat ceritakan padaku.”
Su Dai berkata, “Ketika saya melewati Yi Shui, saya melihat seeker kcrang besar scdang mandi sinar matahari. Kerang itu membuka cangkangnya lebar-lebar. Tiba-tiba ada seeker burung bangau lewat dan menjulurkan mulutnya yang lancip hendak memakan daging kerang. Kerang itu langsung menutup kulitnya dan menjepit mulut si bangau.” Raja Zhao berkata, “Bangau itu sial sekali, belum sempat makan daging kerang mulutnya sudah terjepit. Lalu, akhirnya bagaimana?”
Su Dai melanjutkan, “Saya dengar si bangau berkata, ‘Cepat buka cangkangmu, kalau tidak saya tidak akan melepaskan kamu ke dalam air. Kalau tidak hujan dalam beberapa hari ini, kamu pasti mati kekeringan.”’
Raja Zhao bertanya, “Apakah si kerang membuka cangkangnya?”
Su Dai menjawab, “Kerang dengan lantang berkata, ‘Kalau kamu tidak melepaskan saya ke dalam air, saya tidak akan melepaskan mulutmu. Biar kamu mati kelaparan.’ Begitu seterusnya, keduanya saling mengancam dan tidak ada yang mau mengalah. Tak lama kemudian, lewat seorang nelayan di tempat itu. Dia segera menangkap kedua binatang itu.” '
Mendengar cerita itu, Raja Zhao tertawa terbahak-bahak. “Sekali tangkap dapat dua. Mereka berdua menguntungkan si nelayan.”
Su Dai berkata dengan lembut tapi serius, “Cerita ini menggambarkan kedua kerajaan kita. Kalau kita saling berperang, kita pasti akan menjadi lemah. Sewaktu kita semakin lemah, maka pasti menjadi sasaran empuk Kerajaan Qin yang sangat kuat itu.”
Begitu Raja Zhao mendengar perkataan Su Dai, seketika itu juga dihapuskannya rencana berperang dengan Kerajaan Yan.
MUTIARA HIKMAT:
Ketika tiba di Kerajaan Zhao, Su Dai tidak segera membicarakan masalah negara, tetapi menggunakan cerita untuk menggambarkan keadaan negara. Kalau kedua kerajaan berperang, pasti akan menguntungkan Kerajaan Qin yang kuat untuk mengalahkan kedua kerajaan ini. Cerita ini berhasil membuat Raja Zhao membatalkan rencananya menyerang Kerajaan Yan.
Orang bijak akan berusaha semaksimal mungkin untuk meredakan ketegangan di antara dua pihak yang berseteru. Terkadang cerita atau ilustrasi yang tepat dapat membuka kesadaran yang diperlukan.
Advertisement
EmoticonEmoticon