-->

Zheng Ban Qiao Menjodohkan Dengan Bijak

- April 20, 2019
Zheng Ban Qiao adalah seorang Bupati Kabupaten Fan. Pada masa itu, di Negeri China, seorang Bupati juga menangani masalah pernikahan, perjodohan, dan sejenisnya. Suatu hari, seorang pedagang yang sangat kaya di daerahnya berkunjung ke rumahnya. Zheng Ban Qiao menemui pedagang kaya itu di ruang belajarnya. Ia bertanya kepada pedagang kaya itu, “Silakan ceritakan tujuan Anda, mungkin saya bisa membantu.” 

Pedagang kaya itu berkata, “Saya punya seorang anak perempuan yang sejak kecil sudah ditunangkan dengan seorang pemuda. Tetapi keluarga pemuda itu sangatlah miskin. Saya ingin meminta Pak Kepala Kabupaten menolong saya membatalkan pertunangan itu.” 

Setelah berkata dernikian, si pedagang kaya itu mengeluarkan 1000 liang perak dan menaruhnyq di atas meja. Zheng Ban Qiao semula hendak marah karena pedagang kaya itu telah berusaha menyogoknya. Tetapi dia berubah pikiran. Kalau orang kaya ini dimarahi habis-habisan, justru akan membawa akibat yang lebih buruk bagi pemuda miskin itu. Oleh karena itu, Zheng Ban Qiao mcmutuskan untuk menerima uang pemberian si pedagang kaya itu. 

Zheng Ban Qiao berkata dengan ramah kepada si pedagang kaya, “Perak ini saya terima. Tenang saja, saya akan menyelesaikan masalah ini dengan baik. Tetapi selain itu, saya punya satu permintaan. Istri saya sangat suka anak perempuan. Saya ingin mengangkat anak perempuanmu menjadi anak angkat saya. Nanti akan saya bantu mencarikan menantu yang tepat bagi anak perempuanmu.” 

Begitu si pedagang kaya mendengar ucapan Zheng Ban Qiao, dia sangat senang. Pikirnya, "Walaupun saya kaya, tetapi saya tidak punya famili orang yang punya jabatan di pemerintahan. Sekarang pejabat pemerintah mau mengangkat anak saya, ini kesempatan untuk mempunyai hubungan dengan pejabat pemerintah, alangkah baiknya!” Dengan gembira disetujuinya permintaan Zheng Ban Qiao. Kedua orang itu lalu merundingkan kapan hari baik untuk mengangkat anak. Sepulangnya dari rumah Zheng Ban Qiao, si pedagang kaya tiap hari menghitung hari H, saat anaknya bisa bertemu orangtua angkatnya. 

Ketika tiba hari H, si pedagang kaya membawa anak perempuannya menemui ayah angkatnya. Di kantor pemerintah kabupaten, Zheng Ban Qiao memanggil keluar seorang anak muda. Ia menyerahkan 1000 liang perak, meminta si anak muda itu melamar anak gadis angkatnya saat itu juga. Ternyata si anak muda itu adalah calon menantu si pedagang kaya itu. 

MUTIARA HIKMAT: 
Dalam “36 muslihat” ada satu muslihat yang disebut “mencuri tiang dan mengganti dengan kayu jelek”. Zheng Ban Qiao menggunakan muslihat ini. Dia mengangkat anak perempuan pedagang kaya menjadi anak angkatnya lalu berkata bahwa dia akan mencarikan menantu yang baik. Sebenarnya itulah menantu yang sebelumnya hendak ditolak oleh si pedagang kaya. Cerita ini diakhiri dengan pernikahan yang bahagia. 
Orang bijak terkadang harus cerdik membantu pasangan yang sudah cocok tetapi dihalangi oleh orang-orang dekatnya, karena alasan yang kurang dapat dipertanggungjawabkan. Harga diri Zheng Ban Qiao tidak dapat dibeli dengan uang, ia pura-pura menerima dan akhirnya uang tersebut diserahkan kembali melalui calon menantu 5i pedagang kaya itu. 
Orang bijak akan berhati-hati terhadap orang-orang yang berusaha menguasainya dengan uang dan harta.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search