-->

Inspirasi: Di Suatu Malam Berguntur

- August 13, 2017
Pada suatu malam yang berguntur, sepasang orang lanjut usia menerobos hujan dan masuk ke dalam lobi sebuah hotel kecil bernama Philadelphia, dengan harapan akan mendapatkan kamar untuk malam itu. Akan tetapi mereka kecewa, hotel tersebut telah terisi penuh. Tidak ada satupun kamar tamu yang kosong untuk malam itu.
melayani dengan hati

"Sedang ada 3 pertemuan besar di kota ini," kata penerima tamu hotel yang ramah, "Saya rasa semua hotel lainnya juga telah penuh."

Saat pasangan tersebut berbalik untuk keluar, penerima tamu tersebut menambahkan, "Tapi saya tidak dapat membiarkan pasangan seperti Anda berdua dalam hujan pada pukul 1 pagi. Maukah Anda tidur di kamar saya? Yah, tidak seperti kamar hotel," tambahnya lagi, "Tapi Anda dapat beristirahat dengan tenang di dalamnya."

Pasangan tersebut tidak bersedia membiarkan sang penerima tamu tidur di luar, tetapi penerima tamu tersebut memaksa mereka. "Jangan menguatirkan saya. Saya masih muda, saya akan baik-baik saja," karanya, dan mereka pun menerima tawaran sang penerima tamu.

Saat mereka bersiap untuk pergi keesokan harinya, sang pria berkata kepada penerima tamu tersebut, "Anda ini seharusnya menjadi manager hotel terhebat di Amerika Serikat. Mungkin suatu saat saya akan membangun sebuah hotel untuk Anda." Sang penerima tamu hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih. 

Dua tahun kemudian, sang penerima tamu menerima sepucuk surat dari pria tersebut. Di dalam surat tersebut terdapat sebuah tiket ke kota New York dan sebuah catatan. Catatan tersebut mengingatkan sang penerima tamu pada malam saat ia menolong sang pria dan isterinya. Pria itu memintanya untuk datang mengunjungi mereka. Walaupun sang penerima tamu sudah hampir lupa akan kejadian itu, ia memutuskan untuk menerima tawaran mereka.

Mereka menemuinya di stasiun New York dan mereka membawanya ke perempatan antara Thirty-fourth Street dan Fifth Avenue.

"Itu," kata sang pria tua, sambil menunjuk ke gedung besar yang sedang dibangun di sudut jalan, "adalah sebuah hotel yang saya bangun khusus untuk Anda kelola."

"Anda pasti bergurau." kata sang penerima tamu.

"Saya dapat menjamin bahwa saya tidak bergurau," kata sang pria tua sambil tersenyum. Nama pria tersebut adalah William Waldorf Astor. Gedung besar yang sedang dibangun tersebut adalah hotel Waldorf-Astoria Hotel yang pertama. Dan penerima tamu tersebut adalah George C. Bolt, manager pertama hotel tersebut.

KEHIDUPAN YANG TIDAK DIGUNAKAN ADALAH KEMATIAN DINI
-penulis tidak diketahui-

Sumber: Buku Success, One Day At a Time


Anda pasti belum pernah dengar nama hotel Waldorf-Astoria, ternyata nama ini adalah jaringan hotel ternama di dunia. Bahkan di Bali ada hotel Waldorf-Astoria, yaitu di kawasan Ubud. 

Dari kisah inspirasi diatas, kita bisa belajar bahwa salah satu cara untuk sukses adalah dengan melayani sepenuh hati. Tidak perlu pandang bulu dalam melayani orang, baik itu pria tua atau pria muda, kaya atau miskin, tidak usah menilai penampilannya. Selama kita melayani dengan hati yang tulus, kesuksesan sudah di depan Anda.

Salam Inspirasi
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search