Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya. Haleluya! Mazmur 117:1-2
Saya mendengarkan konser Michael W. Smith baru-baru ini. Ia menyanyikan lagu dengan orkestra simfoni. Saya terkesan dengan keindahan musik yang mengagumkan, dan teringat dengan kutipan George Keats, "Keindahan adalah kebenaran, kebenaran adalah keindahan, itulah yang saya tahu di dunia ini dan yang perlu saya pahami." Saya pun bertanya-tanya: apa yang membuat konser itu sedemikian indah, padahal not-not yang berbeda dimainkan oleh anak-anak dari instrumen yang sama? Apa perbedaannya?
Dunia mencoba mengajar kita saat ini bahwa tidak ada kemutlakan, bahwa "apa yang baik bagi saya itulah yang paling penting." Namun, pengalaman saya sama sekali tidak mendukung hal itu. Tentu saja, kita memiliki selera yang berbeda-beda (saya mungkin memilih musik jazz dan Anda mungkin suka musik country), tetapi secara umum, kita sepakat bahwa bunga-bunga itu indah sedangkan sesuatu yang tandus itu tidak indah, vanila itu harum sedangkan got sangat bau.
Budaya pasca modern kita mungkin mengatakan bahwa tidak ada kebenaran mutlak, padahal sesungguhnya tidaklah demikian. Ada beberapa hal yang indah dan ada yang tidak, sesuai dengan selera masing-masing. Dunia ini tidak diciptakan secara acak; ada beberapa kebenaran universal. Ketika kita mulai mengikuti pandangan umum, itu akan membawa kita pada rancangan cerdas dalam dunia kita. Menjalani kehidupan yang seolah-olah tidak ada kebenaran universal berarti harus memikirkan ulang setiap aspek kehidupan dari awal, untuk menemukan kembali kebenaran dengan berbagai pertanyaan baru. Rancangan cerdas-hidup yang terencana, terancang, dan bermakna-membawa kita kepada kebenaran Allah. Dan, itu sangat indah.
Memandang keindahan sebagai kebenaran dan kebenaran sebagai keindahan, membuat saya menghargai rancangan Allah bagi dunia. Pengalaman keindahan lazim itulah yang membuat sekelompok pemusik menciptakan musik yang disukai banyak orang. Pengalaman itulah yang membuat kita mengakui dan memuji Allah sebagai Allah yang Esa nan Indah.
Doa Harapan
Engkau sungguh indah, ya Tuhan, dan Engkau menciptakan kerinduan akan keindahan di dalam diri kami. Penuhi saya Tuhan, saya berdoa, dengan kebenaranMu dan keindahanMu.
Note:
Seri CATATAN HARAPAN adalah tulisan yang kami ambil dari buku terbitan BPK Gunung Mulia dengan judul "Catatan Harapan, Satu Menit yang Mengubah Hidup Anda". Kami sangat diberkati dengan buku ini, sehingga kami share di blog ini agar teman-teman bisa membacanya. Saran kami, belilah 1 buku ini agar Anda bisa membacanya kapanpun dan dimanapun. Buku ini sangat bagus untuk renungan inspiratif.
Advertisement
EmoticonEmoticon