-->

Siapa Pencuri Sebenarnya?

- September 16, 2017

Seorang wanita sedang menunggu di Bandara. Masih ada beberapa menit sebelum jadwal penerbangan tiba, untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko, lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk, wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada di antara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam, sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.

Wanita itupun sempat berpikir: "Kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia!“. Setiap ia  mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun... orang ini berani  sekali dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.

Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat nomor penerbangan diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih". Ia naik pesawat dan duduk  di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget.


Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya !!! "Kok milikku ada disini", erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya akulah yang kasar, tak tahu terima kasih.

Dan akulah pencuri kue itu !


Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya._
•》Orang lainlah yang selalu *SALAH.*

•》Orang lainlah yang patut *DISINGKIRKAN.*
•》Orang lainlah yang *TAK TAHU DIRI.*
•》Orang lainlah yang *BERDOSA.*
•》Orang lainlah yang selalu *BIKIN MASALAH.*
•》Orang lainlah yang pantas diberi *PELAJARAN.*


Padahal...

Kita sendiri yang mencuri kue tadi.
Kita sendiri yang tidak tahu terima kasih.

Kita sering...*

  mempengaruhi, 
  mengomentari, 
  mencemooh pendapat, 
  penilaian atau  
  gagasan orang lain.


Semoga ini menjadi evaluasi kita bersama......

"Jangan hanya mengevaluasi orang lain, tapi juga evaluasi diri sendiri.."
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search