Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam...ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari. Pengkotbah 3:1,2,4
Saya baru merayakan ulang tahun yang ke-50. Dengan berlalunya tiap dekade, saya menyadari betapa sedikitnya yang saya ketahui dalam dekade sebelumnya. Hidup lebih baik sekarang daripada sebelumnya dan saya berharap akan terus seperti ini.
Saat memandang kembali kehidupan saya yang telah berlalu, saya melihat bahwa setiap tahap kehidupan memberikan karunianya sendiri. Ketika muda, banyak di antara kita berpikir bisa menguasai dunia dan tidak ada yang dapat menyakiti kita. Kita memiliki karunia yang tak terkalahkan. Kita berpikir bahwa kita bisa mengubah orang lain dan melaluinya kita akan mengubah dunia. Kemudian, dalam tahap berikutnya, karunia adalah sebuah pemahaman bahwa kita benar-benar hanya bisa mengubah diri kita sendiri. Namun, melalui perubahan diri sendiri, kita akhirnya menerima karunia membuat perbedaan.
Saya suka menjadi tua. Hikmat yang datang bersamaan dengan umur dan pengalaman sangat melegakan saya. Saat kita berumur, kita lebih baik menerima bahwa apa pun tahap kita berada sekarang, itu merupakan tahap yang sempurna. Kita akhirnya menerima bahwa ada hal-hal yang tidak dapat diubah dan belajarlah untuk hidup dengannya. Waktu itu sendiri mengubah kita.
Waktu yang telah kita jalani dengan menciptakan perubahan dan dampak terhadap lingkungan sekitar-lebih daripada yang kita bayangkan. Dengan menerimanya hari ini, dengan menikmati tahap kehidupan saat ini, maka kita membawa harapan dan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitar kita. Jangan menanti hari esok. Jangan mencoba untuk mengulangi hari kemarin. Kita akan nyaman ketika dapat menjadi diri sendiri, dan kita memberikan kenyamanan dan menyesuaikan diri terhadap orang lain. Hari ini adalah apa yang kita miliki, dan tahap kehidupan ini adalah bagian yang terbaik. Hiduplah dengan baik.
Doa Harapan
Saya berterima kasih untuk tiap hari baru, Tuhan, untuk tiap musim baru. Maukah Engkau menjaga agar saya tetap fokus pada musim ini, pada hari ini? Tolonglah saya untuk merengkuhnya dan hidup baik di dalamnya.
Seri CATATAN HARAPAN adalah tulisan yang kami ambil dari buku terbitan BPK Gunung Mulia dengan judul "Catatan Harapan, Satu Menit yang Mengubah Hidup Anda". Kami sangat diberkati dengan buku ini, sehingga kami share di blog ini agar teman-teman bisa membacanya. Saran kami, belilah 1 buku ini agar Anda bisa membacanya kapanpun dan dimanapun. Buku ini sangat bagus untuk renungan inspiratif.
Advertisement
EmoticonEmoticon