-->

Tiran Lebih Kejam daripada Harimau

- April 22, 2019
Kong Zi berasal dari Propinsi Shan Dong. Di Propinsi Shan Dong ada sebuah gunung bernama Tai Shan yang juga merupakan salah satu gunung paling terkenal di China. Suatu saat, Kong Zi mengajak muridnya naik ke gunung Tai Shan. Dalam perjalanan, Kong Zi melihat seorang ibu sedang menangis di depan sebuah makam. Dari tangisannya yang menyayat hati, tampak sekali bahwa itu adalah makam dari orang yang sangat dikasihinya. Wajahnya menampakkan duka yang dalam. Karena itu Kong Zi menyuruh muridnya untuk menyapa ibu yang sedang berduka itu. 

Murid itu bertanya kepada ibu itu, “Ibu, suara tangisan Ibu sungguh menyayat hati setiap orang yang mendengarnya. Pastilah orang itu sangat Ibu kasihi, bukan?” 

Merasa ada yang berempati, ibu itu pun menceritakan peristiwa duka yang dialaminya, “Benar, saya sangat berduka. Coba bayangkan, tahun lalu ayah mertua saya meninggal di sini karena diterkam harimau. Enam bulan lalu suami saya tercinta meninggal juga dengan cara yang mengenaskan karena dikoyak-koyak harimau. Dan kemarin, anak saya satu-satunya yang tersisa, juga mati dimakan harirnau. Harimau-harimau gunung ini sungguh sangat buas dan jahat!” 

Mendengar penjelasan ibu itu, Kong Zi pun bertanya, “Jika sudah ada dua pengalaman pahit karena orang yang Ibu kasihi mati dicabik-cabik harimau, mengapa Ibu tidak segera meninggalkan gunung ini? Ibu bisa pindah ke daerah lain yang tidak ada harimaunya, sehingga anak Ibu satu-satunya tidak mati diterkam harimau seperti ini.” 

Ibu itu pun segera menjawab, “Sejak lahir saya tinggal di gunung ini. Dulu ada seorang kuat yang menguasai gunung ini. Saking hebatnya orang itu, harimau-harimau pun tidak berani masuk ke desa dan menggangu penduduk. Saya berduka karena dua orang yang saya kasihi mati diterkam harimau. Harimau itu semakin menjadi-jadi karena tidak ada Penguasa Tyran di gunung ini!” 

Kong Zi pun mengangguk-angguk sambil mengajak para muridnya untuk melanjutkan perjalanan. Ia pun berkata dengan penuh didikan kepada murid-muridnya, “Camkanlah perkataan Ibu yang bijak itu, Penguasa Tyran jauh lebih bengis dan kejam daripada harimau.” 

Di kemudian hari, orang-orang di Negeri China, jika menemui pemimpin atau penguasa yang bertindak semaunya sendiri, mereka akan mengatakan peribahasa “Ke Zheng Meng Ya Hu"’ yang artinya pemimpin atau penguasa itu jauh lebih kejam daripada harimau. 

MUTIARA HIKMAT: 

Kong Zi menunjukkan simpati kepada ibu yang berduka itu dengan cara yang tepat, yakni melalui pertanyaan dan ibu itu menceritakan penyebab kesusahannya. Melalui cerita ibu yang berduka itu, Kong Zi bisa memetik sebuah pelajaran yang sangat baik untuk hidupnya dan murid-muridnya. 

Orang bijak akan mencoba untuk menunjukkan empati dengan cara yang tepat, sehingga orang yang sedang berduka merasa terhibur karena ada orang yang mau memahaminya. Selain itu, pelajaran hidup sering didapat melalui berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, terlalu sayang untuk dibuang begitu saja.
Advertisement


EmoticonEmoticon

This Newest Prev Post
 

Start typing and press Enter to search