-->

Inpirasi: KETIKA KITA MEMBERI

- August 15, 2017
inspirasi memberi

Seorang dosen tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang dan lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.

Sang mahasiswa melihat kepada dosennya dan berkata, "Bagaimana kalau kita kerjain tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pepohonan, nanti ketika dia datang, kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas karena kehilangan sepatunya".

Dosen itu menjawab, "Mahasiswaku, tidak pantas kita menghibur diri dgn mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yang kaya dan kamu bisa saja MENAMBAH kebahagiaan untuk dirinya. Sekarang coba kamu masukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu".

Sang mahasiswa sangat takjub dgn usulan dosennya. Dia langsung memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi di balik pepohonan bersama dosennya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun.

Tak berapa lama datanglah tukang kebun itu, sambil mengibas-ngibaskan kotoran debu dari pakaiannya, dia menuju ke tempat dia meninggalkan sepatunya sebelum bekerja. Ketika ia memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yang mengganjal didalamnya.

Saat ia keluarkan ternyata, uang...
Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang... Dia memandangi uang itu berulang-ulang seolah ia tidak percaya dengan penglihatannya. Ia pun memutar pandangannya ke segala penjuru namun ia TIDAK MELIHAT seorang pun.

Sambil menggenggam uang itu lalu ia berlutut sambil menengadah ke langit dan ia berucap, “Aku bersyukur kepadaMu, ya Tuhan, Tuhanku yang maha Pengasih & Penyayang. Engkau Yang Maha tahu, istriku sedang sakit dan anak-anakku kelaparan, mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau TELAH menyelamatkanku, anak-anakku dan istriku dari penderitaan".

Dengan kepolosannya dia terus menangis terharu sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Tuhan Yang Maha Pemurah dan Penyayang. Sang mahasiswa sangat terharu dengan pemandangan yang dilihatnya dari balik persembunyian itu. Air matanya menetes tanpa ia sadari.

Sang dosen yang bijak tersebut pun berkata kepada mahasiswanya, “Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yg lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?” Sang mahasiswa menjawab, "Aku TELAH mendapatkan pelajaran yg TIDAK AKAN aku lupakan seumur hidupku." Sekarang aku PAHAM makna kalimat “Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yg lebih banyak daripada ketika kamu diberi”.

Sang dosen melanjutkan nasehatnya, dan ketahuilah bahwa bentuk pemberian itu bermacam-macam:
1. MEMAAFKAN kesalahan orang di saat kamu MAMPU melakukan balas dendam,...adalah suatu pemberian.
2. MENDOAKAN teman dan saudaramu di belakangnya (tanpa sepengetahuannya) itu adalah juga pemberian.
3. Berusaha BERBAIK SANGKA danmenghilangkan prasangka buruk, juga suatu pemberian.

Marilah kita saling "memberi dan berbuat baik", niscaya hidup kita akan menjadi lebih indah. Semoga kita menjadi LEBIH BAIK dan BERMANFAAT untuk sesama.

Salam inspirasi
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search