Suatu pagi, seorang pertapa tua baru saja menyelesaikan meditasinya di sebuah hutan yang begitu asri dan indah. Ketika hendak pulang, ia melewati sebuah telaga yang indah.
Tiba-tiba di pinggir telaga tampak seekor kalajengking mengambang tanpa daya di atas air. Pertapa tua tersebut menggeser kalajengking tersebut ke tepian telaga, dengan sebuah akar pohon yang menjuntai keluar ia berpegangan sementara tangan satunya mencoba meraih kalajengking tersebut untuk menolongnya agar tidak tenggelam.
Namun ketika dia menyentuh kalajengking tesebut. kalajengking langsung berusaha menyengatnya. Secara refleks pak tua menghindar. Beberapa saat kemudian setelah keseimbangannya stabil, ia kembali berusaha menyelamatkannya. Kali ini kalajengking kembali menyengat tangannya dengan ekornya yang berbisa hingga bengkak dan berdarah.
Seorang pejalan kaki yang semenjak awal memperhatikan adegan tersebut berkata: "Pak Tua, apa tidak salah?
Mengapa kamu mau mengambil risiko dengan mempertaruhkan nyawa untuk menolong makhluk yang tidak tau diri dan berusaha membunuhmu?"
Pertapa tua memalingkan mukanya pada si pemuda seraya menatap mata pemuda, "Sahabat, itulah sifat alamiah kalajengking untuk bereaksi dengan menyengat. Dan hal ini tidak mengubah sifat alamiahku untuk menolong."
Dalam menolong tidak perlu ditentukan bagaimana sikap orang yang perlu kita tolong. Sebab menolong orang itu hanya berkaitan dengan motivasi dan hati yang tulus untuk menolong ..... Sekalipun orang yang kita tolong tersebut mempunyai pikiran yang salah tentang kebaikan kita, barangkali bahkan memanfaatkan kita dan tidak jarang orang yang kita tolong justru membuat kita susah.
Jangan mengubah sikap kita untuk menolong. Sebab kualitas diri kita adalah milik kita. Sedang kualitas diri orang tersebut adalah milik orang tersebut. Ketahuilah bahwa kebahagiaan hidup itu bukan hanya terjadi saat kita mendapat pujian saja. Kebahagiaan hidup akan terasa begitu luar biasa justru ketika hidup kita ini dapat berguna bagi orang lain. Atau ketika kita mampu membuat sebuah perbedaan hidup dengan mengubah kebencian menjadi cinta, kesedihan menjadi kebahagiaan, kegelapan menjadi terang.
Ingatlah selalu bahwa kebahagiaan sejati akan terasa luar biasa hanya ketika kita mampu menolong orang-orang di sekitar kita sukses mencapai kebahagiaaannya. Ketika kita bahagia namun orang sekitar kita tidak bahagia, kita juga tidak akan pernah bahagia. Mari hidup sebagai terang di tengah kegelapan. Kehangatan bagi dunia yang menjadi lebih dan lebih dingin ini.
TERUSLAH BAGIKAN KEBAIKAN, tanpa pamrih
Advertisement
EmoticonEmoticon